1. Tanaman buah-buahan di daerah tropika, pada umumnya hanya berbuah
sekali saja dalam satu tahun, terjadi di waktu musim yang relatif pendek. Pada
waktu itu, buah melimpah dan sering lebih cepat rusak. Akibatnya petani buah
mengalami kesulitan dalam penyimpanan serta menimbulkan kerugian besar.
Mengatasi hal itu, para ahli telah menemukan teknologi, agar tanaman dapat berbuah setiap saat. Tujuannya menjaga ketersediaan buah setiap saat di pasaran, serta dapat memperoleh keuntungan dari harga jual buah yang tinggi. Teknologi yang telah dihasilkan itu adalah dengan cara memanipulasi fisik maupun kimiawi pohon. Perontokan daun, stress kekeringan air dan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT), merupakan cara yang sudah dilakukan untuk memproduksi buah sepanjang waktu.
Mengatasi hal itu, para ahli telah menemukan teknologi, agar tanaman dapat berbuah setiap saat. Tujuannya menjaga ketersediaan buah setiap saat di pasaran, serta dapat memperoleh keuntungan dari harga jual buah yang tinggi. Teknologi yang telah dihasilkan itu adalah dengan cara memanipulasi fisik maupun kimiawi pohon. Perontokan daun, stress kekeringan air dan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT), merupakan cara yang sudah dilakukan untuk memproduksi buah sepanjang waktu.
2.
Proses pembungaan
Pembungaan merupakan awal dari keberhasilan untuk berbuah. Pembungaan mengalami proses kompleks. Masa reproduksi seksual (pembungaan) tanaman semusim, dipicu oleh perubahan panjang hari (fotoperiod), sehingga dikenal adanya tanaman hari panjang (long-day plant) dan tanaman hari pendek (short-day-plant).
Pendekatan genetic moleculer telah berhasil mengidentifikasi gen-gen yang terlibat dalam pembungaan (Komeda, 2004).Transisi pertumbuhan vegetatif ke generatif pada tanaman semusim, terjadi sekali dalam siklus hidup tanaman. Transisi meliputi perubahan meristem pucuk yang tumbuh menjadi bunga. Kebanyakan pohon buah-buahan merupakan tanaman polikarpik, yang harus mempertahankan pertumbuhan vegetatif pada sebagian pucuknya.
Musim berperan dalam perkembangan bunga. Induksi bunga dan diferensiasi tunas bunga terjadi sebelum pohon dorman di musim dingin, sehingga proses munculnya bunga dapat terjadi musim semi. Waktu yang diperlukan sejak dari induksi sampai bunga muncul lebih 10 bulan.
Pembungaan merupakan awal dari keberhasilan untuk berbuah. Pembungaan mengalami proses kompleks. Masa reproduksi seksual (pembungaan) tanaman semusim, dipicu oleh perubahan panjang hari (fotoperiod), sehingga dikenal adanya tanaman hari panjang (long-day plant) dan tanaman hari pendek (short-day-plant).
Pendekatan genetic moleculer telah berhasil mengidentifikasi gen-gen yang terlibat dalam pembungaan (Komeda, 2004).Transisi pertumbuhan vegetatif ke generatif pada tanaman semusim, terjadi sekali dalam siklus hidup tanaman. Transisi meliputi perubahan meristem pucuk yang tumbuh menjadi bunga. Kebanyakan pohon buah-buahan merupakan tanaman polikarpik, yang harus mempertahankan pertumbuhan vegetatif pada sebagian pucuknya.
Musim berperan dalam perkembangan bunga. Induksi bunga dan diferensiasi tunas bunga terjadi sebelum pohon dorman di musim dingin, sehingga proses munculnya bunga dapat terjadi musim semi. Waktu yang diperlukan sejak dari induksi sampai bunga muncul lebih 10 bulan.
Tujuan => Berikut buah-buahan di daerah tropika,
pada umumnya hanya berbuah
sekali
saja dalam satu tahun / sepanjang
waktu. Teknologi yang harus
dilakukan itu adalah dengan
cara memanipulasi fisik maupun kimiawi
pohon. Perontokan daun, stress kekeringan air dan penggunaan zat
pengatur tumbuh (ZPT), merupakan cara yang sudah dilakukan untuk
memproduksi buah sepanjang waktu.
Langkah- => Pertama, Pembungaan sepanjang
hari (Fotoperied) merupakan awal dari
Langkah kebersihan untuk berbuah.
Kedua, pendekatan
genetic moleculer telah berhasil mengidentifikasi
gen-gen yang
terlibat dalam pembungaan.
Ketiga,
pertumbuhan vegetative ke genetatif . Pada tanaman semusim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar